Dalam era komunikasi digital seperti saat ini, memiliki website merupakan hal yang lumrah bagi suatu bisnis. Namun beberapa pihak masih bersifat skeptis dan beranggapan memiliki website tidak akan membantu meningkatkan penjualan mereka. Bila anda salah satu yang memiliki pandangan tersebut, mungkin karena anda belum mengetahui penyebab suatu website menjadi tidak efektif dalam membantu bisnis anda.

 

  1. Materi terlalu berfokus pada perusahaan daripada kustomer

Salah satu alasan utama mengapa website menjadi kurang efektif adalah materi di dalamnya yang terlalu berfokus pada perusahaan. Kehebatan perusahaan, penghargaan yang diperoleh, deskripsi produk yang terlampau rinci biasanya menjadi pilihan materi utama dalam suatu website. Padahal seharusnya yang lebih ditonjolkan adalah bagaimana bisnis anda akan membantu kustomer, solusi apa yang anda tawarkan, dan mengapa produk anda akan membuat kustomer merasa lebih baik.

 

  1. Tidak ada alasan bagi kustomer untuk kembali mengunjungi website anda

Banyak bisnis yang setelah membuat website tidak melakukan update konten baru bahkan hingga bertahun-tahun, tentu saja hal ini akan membuat kustomer enggan mengunjungi website anda. Karenanya materi artikel yang di perbarui secara berkala menjadi penting untuk suatu website. Artikel tersebut tentunya tidak harus selalu mengenai produk atau bisnis anda, tips-tips yang relevan dengan produk yang anda tawarkan atau artikel-artikel menarik lainnya dapat membuat kustomer anda terus kembali atau bahkan merekomendasikan website anda.

 

  1. Lupa memprioritaskan user-experience

            Hal yang harus diingat namun seringkali terlupakan adalah tujuan membuat website untuk digunakan oleh kustomer, bukan untuk pemilik bisnis sendiri. Akhirnya banyak website yang kemudian susah dioperasikan, isinya terlalu bertele-tele, konten yang terlalu banyak, sehingga membuat waktu muat website menjadi terlalu lama. Sebaiknya idealisme pemilik bisnis dalam hal tampilan website harus juga memperhatikan pengalaman kustomer sebagai user sebenarnya, agar kustomer merasa nyaman ketika mengunjungi website bisnis anda.

 

  1. Tidak mengenal kustomer dan kebiasaan mereka

Tentu menjadi hal yang penting untuk mengerti kebiasaan dan cara berpikir kustomer kita. Banyak bisnis yang gagal melakukan konversi penjualan di website karena materi yang ditampilkan tidak menarik bagi target pasar mereka. Bagaimana suatu informasi diberikan, suatu promosi dilakukan, atau suatu produk ditampilkan harus selalu menyesuaikan dengan kustomer.

 

  1. Masih belum memiliki versi mobile.

            Cara paling gampang mengakses internet tentunya melalui perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. Bila website anda tidak memiliki tampilan yang responsive dan tidak dapat secara otomatis menyesuaikan dengan ukuran layar, hal ini dapat mengganggu kenyamanan kustomer dalam mengakses website anda. Melakukan zoom in setiap kali mengunjungi halaman website melalui perangkat mobile tentu memakan waktu lama dan tenaga, dan belum tentu kustomer anda memiliki keduanya.